PAPUA SEHAT BLOG

November 5, 2008

Diperlukan Gerakan Massal Untuk Cegah AIDS Di Papua

Filed under: Tautan — YAKIN PAPUA SEHAT @ 4:33 am

Meskipun telah banyak hal yang dilakukan upaya penanggulangan AIDS di Papua harus terus diperluas, karena persoalan epidemi di Tanah Papuatelah masuk ke populasi umum. Data sampai akhir Maret 2006 jumlah kasusHIV/AIDS di Papua mencapai 2.199 kasus, sedangkan diperkirakan angka sebenarnya mencapai 11.660 orang. Tak kurang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan memberikan perintah khusus agar dilakukan program penanganan khusus untuk mengatasi HIV/AIDS di Papua.
Dibandingkan dengan provinsi lain, penyebaranHIV/AIDS di Tanah Papua diperkirakan telah memasuki kelompok masyarakat umum (generalized epidemic) sehingga upaya penanggulangannya tidak boleh parsial tetapi harus menyeluruh. Dalam pertemuan kelompok kerja (POKJA)Papua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional yang berlangsung kemarin 14Agustus 2006 di kantor KPA Nasional, Gubernur Papua Barnabas Suebu
mengatakan bahwa upaya penanggulangan AIDS di Papua harus dilakukan secara massal dan menyeluruh. Selain itu menurut Gubernur Suebu, upayayang jauh lebih penting dari itu adalah mencari akar persoalan mengapa penularan HIV/AIDS di Papua sangat tinggi.

Lebih lanjut Gubernur Suebu juga menjelaskan bahwa upaya penanggulanganHIV/AIDS akan dibarengi dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. “Saya ingin mendekatkan tangan pelayanan kesehatan kemasyarakat Papua,” jelas Gubernur Barnabas Suebu. Dijelaskan bahwa program peningkatan pelayanan kesehatan, dimana pencegahan dan
pengobatan HIV/AIDS menjadi salah satu agenda, adalah merupakan prioritas Pemerintah Provinsi Papua. Menurut Gubernur Suebu, akan dibangun sistem pelayanan kesehatan yang berbasis kampung di 2.500 kampung yang tersebar di provinsi Papua. Selain itu, Gubernur Suebu juga akan berupaya merealisasikan program pengadaan 200 dokter di Tanah Papua sebagaimana yang dicanangkan oleh Penjabat Gubernur Sodjuangon Situmorang.  “Jangankan 200 dokter, kalau diperlukan lebih dari itu akan kami usahakan,” tegas Gubernur Suebu.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua drh. Constan Karma pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa epidemi AIDS di Papua sudah ada pada semua kabupaten sehingga kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melakukan upaya penanggulangan yang komprehensif. “Epidemi AIDSsudah merambah ke dalam rumah tangga, bahkan pelajar dan mahasiswa pun sudah banyak yang menjadi korban,” tambah drh. Constan Karma. Lebihlanjut menurut drh. Constan, selain persoalan pencegahan, akses terhadap pengobatan serta upaya untuk mengurangi stigma dan diskriminasi menjadi agenda penting karena banyaknya orang yang hidup dengan HIV/ADS (ODHA)yang ada di Papua saat ini.
Pada kesempatan yang sama Sekretaris KPA Nasional, Dr. Nafsiah Mboi,SpA, MPH menanggapi pernyataan Gubernur Suebu mengatakan bahwa KPANasional akan berusaha untuk mendukung sepenuhnya upaya penanggulangan AIDS sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Papua. “Kami akan membantu apapun yang bisa kami upayakan agar masa depan Papua bisa lebih baik,” jelas Dr. Nafsiah. Sebagai tindaklanjut dari komitmen KPA Nasional tersebut, Dr. Nafsiah juga akan mengunjungi Provinsi Papua pada tanggal 3-9-2006.

Berdasarkan data per 31 Maret 2006, jumlah total kasus HIV dan AIDS mencapai 2.199 kasus dengan rincian 1.266 kasus HIV dan 973 kasus AIDS.Sedangkan menurut estimasi terdapat 11.660 orang lagi yang belum diketahui dan belum mendapatkan pelayanan pengobatan. Berdasarkankelompok umur kasus HIV/AIDS di Papua tertinggi berada pada usia 20 – 29
tahun, akan tetapi angka kasus pada kelompok usia 15 – 19 tahun adalah merupakan yang tertinggi di Indonesia. Sedangkan kasus berdasarkan resiko penularan, yang terbanyak adalah melalui hubungan seks (heterosex).

Sebagai informasi pada bulan April yang baru lalu, dalam kunjungan kerjadi Kabupaten Merauke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan:”…Saya minta agar dilakukan program penanganan khusus untuk mengatasiHIV/AIDS di Papua, dengan anggaran tertentu dari Pemda dan Pusat….”

 

 

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ruddy Gobel, Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS, Gedung Surya Lt.7,
Jl. M.H Thamrin Kav. 9, Jakarta 10350, Telp.+62(21)3901758, Fax.+62(21)3902665, Email:<mailto:rgobel.unaids@un.or.id> rgobel.unaids@un.or.id

 

, mobile: +62(816)1152460.
Devi Karyadi, Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS, Gedung Surya Lt.7,
Jl. M.H Thamrin Kav. 9, Jakarta 10350, Telp.+62(21)3901758, Fax.+62(21)3902665,
 

 

Email: <mailto:devi.karyadi@aidsindonesia.or.id> devi.karyadi@aidsindonesia.or.id, mobile: +62(818)06424342.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: