PAPUA SEHAT BLOG

November 10, 2008

SEANDAINYA KULIT BISA MENANGIS

Filed under: Coretanku — YAKIN PAPUA SEHAT @ 12:59 am

Oleh : dr. Jenny SpKK

Membaca judul di atas, memunculkan tanda tanya besar. Bukankah yang mengeluarkan air mata pada saat orang menangis adalah mata. Mata merupakan indera untuk melihat, disamping telinga untuk mendengar, lidah untuk mengecap, hidung bagi penciuman dan kulit sebagai indera perasa.
Betapa seringnya kita mendengar ungkapan dokter kepada pasiennya bahwa penyakit anda ini disebabkan oleh stres saja, dan kadangkala kita sulit menerima ungkapan tersebut. Lebih mudah kita menerima diagnosa dokter yang menempatkan virus, bakteri, trauma dsb sebagai penyebab penyakit kita. Memang sulit bagi sebagian kita untuk menerima kenyataan behwa ada kaitan antara tubuh dan pikiran.
Sebagai dokter, saya pernah diajari untuk memisahkan emosi dari penyakit fisik. Pelajaran yang saya dapatkan memperlihatkan bahwa emosi berkaitan dengan pikiran dan penyakit bersifat fisikal. Dan saya sekarang melihat fakta bahwa tubuh tubuh tidak dapat memilah antara stress yang ditimbulkan oleh faktor fisik dan stres yang timbul akibat faktor emosi.
Menurut American Institute of Stress, pernah melansir bahwa 75 – 90 % dari semua kunjungan ke dokter untuk memperoleh penanganan awal merupakan dampak yang muncul dari masalah yang berkaitan dengan stress.

Keluhan pertama dari orang yang mengalami stress mungkin berupa sakit kepala, gangguan sistem pencernaan ( yang berakibat diare misalnya ), dan gangguan kulit. Keadaan – keadaan ini, kemudian, bisa menambah lagi lapisan stres seseorang bila tidak mendapat penanganan yang baik akibat diagnosa hanya tertuju pada masalah fisik saja.
Dalam buku Deadly Emotions disebutkan, stres adalah ketegangan atau tekanan mental atau fisik. Stres juga berarti reaksi tubuh dan pikiran terhadap tekanan apa pun yang mengganggu keseimbangan normal mereka. Stres menyatakan dirinya dalam bentuk penolakan, ketegangan atau frustrasi, mengacaukan keseimbangan fisiologis dan psikologis. Jika keseimbangan kita terganggu untuk waktu yang lama, stres dapat melumpuhkan.
Manifestasi dari stres yang berkepanjangan disamping menimbulkan gangguan psikis, juga dapat menimbulkan penyakit fisik. Ketika kita membiarkan stres terus menerus menekan kita, itu berarti kita membiarkan tubuh kita menghadapi risiko besar terhadap penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, sakit kepala, penyakit kulit tertentu dan banyak penyakit fisik lainnya.
Khusus pada kulit, stres dapat muncul di permukaan kulit dengan menifestasi yang lain daripada penyakitnya. Biasanya berupa kerutan di wajah; di dahi dan sudut mulut, yang mana kerutan tersebut tetap terlihat saat kita tidur lelap.
Menurut British Journal of Dermatology ( 1994 ), Stres yang berkepanjangan, begitu juga dengan faktor psikologis lain, mempunyai keterkaitan dengan penyakit Psoriasis ( penyakit kulit yang ditandai adanya bercak-bercak merah, berbatas tegas, disertai tanda seperti sisik yang kasar berlapis-lapis dan transparan ), penyakit eksema dan alergi.
Don Colbert M.D., memberi ilustrasi demikian; Psoriasis, seperti gunung berapi yang meletus akibat tekanan dari kekuatan – kekuatan yang tidak kelihatan dibalik kehidupan seseorang. Tubuh melepas ketakutan, frustrasi, kemarahan dan emosi-emosi yang meracuni lainnya. Psoriasis yang menyakitkan dan gatal itu adalah suatu tanda yang kuat adanya pemberontakan terhadap tingkat stres yang sedang dialami seseorang.
Seorang dokter penyakit kulit yang sekarang menjadi seorang profesor psikiater berkesimpulan berdasarkan pengalamannya bahwa banyak orang yang menderita Psoriasis dan eksema sebenarnya ” menangis melalui kulit mereka ”. Dengan kata lain, orang-orang yang menderita tersebut untuk satu atau lain alasan tak dapat menangis secara terbuka, meskipun mereka telah mengalami peristiwa-peristiwa yang bisa dijadikan alasan untuk menangis. Mereka melepas kesedihan mereka melalui kulit mereka, yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk penyakit kulit yang menyakitkan atau mengganggu dan menyebabkan mereka menjadi rendah diri. Oh . . Seandainya kulit bisa menangis.
Seandainya kulit bisa menangis, dia akan meratap, ” Oh . . saya tidak dapat lagi menanggung penderitaan yang disebabkan oleh stres ini ”

BELAJARLAH MENGENDALIKAN STRES.

Salam perkenalan
Dr. Jenny SpKK

3 Comments »

  1. Naah sekarang gimana dok. cara mengendalikan stress yang paling efektif

    Comment by nia — November 10, 2008 @ 5:15 am

  2. seandainya kulit bisa menangis,wah badan tuh lebih tersiksa, ketika kesedihan datang wah bisa-bisa banjir tuh udah ditambah ama air mata…

    heheheh

    Comment by sangiang — November 13, 2008 @ 2:23 am

  3. Terima kasih mbak Nia. Ini ada catatan dari dr. Jenny Ritung SpKK.

    Stres adalah tekanan mental atau tekanan jasmani. Reaksi stres adalah cara tubuh kita mengolah dan melepaskan, baik emosi maupun unsur-unsur jasmani negatif yang kita alami dalam hidup ini.
    Para peneliti ilmiah telah secara langsung menghubungkan emosi dengan penyakit darah tinggi, penyakit pembuluh darah jantung dan penyakit yang berhubungan dgn sistem kekebalan tubuh. Hasil penelitian juga telah menghubungkan emosi dengan infeksi, alergy.
    Jadi apakah yang dapat kita lakukan?
    Kita harus belajar bagaimana mematikan tombol stres dan belajar menangani stres itu sendiri.
    Caranya? Singkat saja, ya. Kita dapat memilih cara hidup yang tidak banyak stres, misalnya mengubah cara berpikir ( berpikir positif, feeling good ), mengampuni, bergembira selalu, belajar untuk santai dan ungkapkanlah kasih.

    Buat Sangiang, benar juga . . kalau kulit bisa menangis maka pasti banjir air mata tuh di kulit. He . . he . . Maka, belajarlah mengendalkan stres.

    Comment by wawan — November 20, 2008 @ 8:03 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: