PAPUA SEHAT BLOG

December 10, 2008

Pilatus, si kecil itu membawa kami ke FEF

Filed under: Coretanku — YAKIN PAPUA SEHAT @ 6:06 am

si-kecil-pilatusPerjalanan kami untuk pelayanan kesehatan ke daerah pedalaman Papua sering dilakukan lewat darat misalnya berjalan kaki, naik mobil yang kecil sampai mobil jenis dump truck; melalui laut misalnya dengan kapal kayu, speedboat atau longboat. Kali ini perjalanan kami ke pedalaman Fef menggunakan pesawat kecil Pilatus milik AMA.

Kalau bepergian dengan pesawat besar mulai dari pesawat jenis Fokker sampai dengan Boeing, rasanya biasa saja. Tetapi bepergiarn dengan pesawat jenis Pilatus ( pesawat  kecil dengan baling-baling depan, berpenumpang 8 orang ) sungguh merupakan perjalanan yang mengasyikkan tetapi sekaligus dapat membangkitkan rasa takut.

Perjalanan ke Distrik Fef ini dilakukan dalam rangka program kunjungan kerja ke Distrik dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK  Kabupaten Sorong, Ny. Nancy Malak. Seperti biasanya, perjalanan ini mengajak Tim kami yang memang memiliki komitmen untuk melayani kesehatan masyarakat di pedalaman Papua dan Papua Barat.

Sebelum berangkat, tiap-tiap orang diharuskan menimbang berat badan plus barang bawaan yang melekat di badan seperti ransel, tas jinjing, handycam/camera dsb. Barang-barang lainnya ditimbang tersendiri. Ini dimaksudkan untuk menghindari kelebihan muatan, sehingga mudah nantinya mengatur siapa dan barang yang mana yang bisa diterbangkan pada setiap flight

Akhirnya diputuskan bahwa rombongan kami akan diterbangkan dalam 3 flight. Yang pertama berangkat adalah Rombongan Bapak Camat – karena akan menyiapkan penjemputan – beserta barang-barang bantuan untuk masyarakat dan obat-obatan yang akan dipakai untuk pengobatan. Juga nampak staf dari suatu perusahaan yang akan memasang lampu bertenaga surya bantuan Pemda Propinsi Papua Barat.

Flight kedua membawa Ibu Bupati beserta 3 orang pengurus PKK, dr. Jenny SpKK, petugas keamanan dari Polres Aimas dan saya.

Saya merasakan penerbangan ini cukup meningkatkan adrenalin, ada sedikit perasaan takut. Gunung-gunung yang ditutupi hutan-hutan yang lebat sehingga melalui kaca pesawat – yang mulai kabur oleh embun – nampak sebagai gundukan berwarna hijau dengan celah-celah lembah yang berwarna sedikit lebih gelap. Bila pesawat memasuki awan hanya terlihat warna putih disekeliling pesawat seolah kami masuk ke dalam ruang yang berisi hamparan kapas putih.  Terasa dingin. Bila awan terlalu tebal maka pesawat akan terasa berguncang dan itu semakin menimbulkan rasa takut. Tidak ada seorang pun diantara kami yang berbicara, nampaknya masih menahan nafas menunjukkan seolah tidak asa rasa takut. Sesekali ada senyuman, tetapi terasa hambar. Tidak satupun kampung yang terlihat di bawah sana, hanya sesekali muncul gambar lekukan berwarna coklat gelap atau kadang muncul seperti gambar ular yang meliuk-liuk, itu sungai diantara gunung dan lembahnya. Oh . . mulai terlihat, ada jalan berwarna coklat terang karena belum diaspal, diujung jalan yang seolah putus itu ada  dataran yang terbuka – seperti lapangan – dan ada sedikit rumah ditepi hamparan dengan sungai disebelahnya, mungkin kampung di Distrik Yembun. Kami juga pernah kesana tapi melewati laut dan kemudian naik dump truck untuk menembus pedalaman dengan hutan yang lebat itu. Senang sekali melihat Yembun dari udara, lebih indah daripada waktu kami melihat langsung ketika  berada disana pada Agustus silam. Rasa senang ini menjadi obat penghilang rasa takut. Tetapi, tak berapa lama rasa takut timbul lagi karena Pilatus kecil ini mulai menukik, makin jelas terlihat hutan yang lebat diatas bukit-bukit, dan ada sungai yang besar. Wow . . mengerikan. Rumah-rumah mulai terlihat jelas dan nampak serombongan anak-anak kecil berlarian di tepi suatu hamparan rumput yang memanjang, seolah sudah lama berkawan dengan Pilatus – sebab salah satu hiburan anak-anak di pedalaman adalah ketika Pilatus datang. Ternyata kami sudah mendekati bandara Fef. Dan . . jress – –  jress , Pilatus mendarat dengan sedikit goncangan tetapi aman. Waktu yang dibutuhkan Pilatus menjelajah belantara sampai tiba di Fef kurang lebih 45 menit. Syukur kepada Tuhan.

mereka-yang-setia-ke-pedalamanMasyarakat – mungkin hampir semua penduduk – tumpah ke tepi bandara rumput itu. Mereka ingin melihat siapa yang datang dan membawa apa untuk mereka. Apalagi yang datang adalah first lady di Kabupaten Sorong dimana mereka adalah bagiannya. Ibu mereka datang. Ada suasana haru di hati kami. Sebab baru pertama kali – menurut kami yang sudah 10 tahun berkarya di Kabupaten ini – seorang  Ibu Bupati berkunjung ke sini. Daerah yang sangat jauh terisolasi karena memang kondisi alam yang sulit dijangkau sedangkan sarana transportasi satu-satunya adalah pesawat kecil itu. Kalau mau mencoba berjalan kaki, mereka bilang membutuhkan waktu 3-4 hari dari Yembun atau 7 hari dari Sausapor, menyusuri jalan tikus – mereka  menyebutnya begitu – menembus  hutan yang lebat.

Masyarakat menyambut rombongan dengan acara adat, tarian penyambutan tamu. Beberapa orang perempuan muda – memakai  busana tradisional dengan penutup kepala berhiaskan burung Cendawasih yang berbulu kuning keemasan terikat dengan ikat kepala dari manik-manik, leher mereka berhiaskan rantai manik-manik juga yang warna-warni – telah  siap berdiri di depan rombongan untuk memberi penyambutan berupa kalungan rantai manik-manik untuk Ibu mereka yang mereka selalu rindukan, dan saat ini hadir diantara mereka. Setelah itu, rombongan diarak ke tempat acara diantar oleh  para penari yang terdiri dari para pria muda perkasa dengan pakaian yang hanya menutup bagian perut bawah sampai paha, dada yang bidang dibiarkan terbuka, kepala berhiaskan bulu – bulu burung seperti Kakatua dan tak ketinggalan leher mereka berhiaskan rantai manik-manik juga . Sedangkan penari wanita terdiri dari wanita muda yang cantik dengan balutan kain Timor menutup tubuh mereka dari batas dada sampai ke betis dan kepala mereka dihiasi oleh bulu burung Cendrawasih yang cantik. Sebagian wanita tua juga ikut dalam busana yang lebih terbuka membiarkan buah dada mereka terbuka – lebih kental suasana tradisionalnya – mewakili kaum yang lebih tua. Ada kegembiraan terpancar di wajah semua yang ada, baik tamu rombongan, para penari maupun masyarakat lainnya yang datang untuk menyaksikan. Kegembiraan dan hiruk pikuk suara penari yang meneriakkan bahasa-bahasa alam Papua membangunkan  keheningan alam kampung ini – yang  terlindung di bawah barisan pegunungan Tambraw – yang  biasanya menjadi bagian kehidupan masyarakat setiap hari karena jauh dari keramaian kota.

Pilatus, seolah tak pusing dengan keramaian sesaat, kembali terbang ke Bandara DEO untuk menjemput  sisa rombongan yang masih tertinggal. Kurang lebih satu setengah jam kemudian Pilatus terdengan di kejauhan. Anak-anak berlarian ke tepi bandara rumput itu. Hati mereka sangat gembira. Hari itu ada 3 kali Pilatus membelah kampung mereka. Tapi mereka senang.

akhirnya-datang-jugaFlight  ketiga – semula kami menduga hanya dr. Grace SpM, dr. Edwell SpOG plus beberapa orang pengurus PKK yang turut serta – ternyata dokter-dokter kami yang masih muda, dr. Andrew dan drg Irwin juga mengisi bangku-bangku Pilatus yang masih kosong  karena sebagian besar barang-barang sudah diangkut pada flght pertama. Kami sangat senang bila dr. Andrew dan drg. Irwin bisa ikut karena disamping tidak membuat mereka kecewa, kami juga mau memberi contoh bagi dokter muda untuk memberi waktu dan talenta mereka melayani masyarakat  di pedalaman yang sangat membutuhkan pelayanan.

Terima kasih buat Pilatus

2 Comments »

  1. Berbahagialah …setiap hari, kakak…selalu mendapatkan hal-hal yang baru dan berarti tidak hanya untuk pribadi tapi untuk semua orang. Selamat Yah…dan sukses selalu.

    Comment by nia — December 11, 2008 @ 2:11 am

  2. Terima kasih. Bukankah lebih berbahagia memberi daripada menerima.

    Comment by wawan — December 12, 2008 @ 12:16 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: